Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Amanah Mengembangkan IPTEK” ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima
kasih pada Ibu Dra.Hj. Maryam Sulaeman,M.Pd.I selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Agama
Dirasah Islamiah yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai amanah mengembangan iptek. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Jakarta,
Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.............................................................................................................................................................................................
2
Daftar
Isi........................................................................................................................................................................................................
3
Bab
I Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang.......................................................................................................................................................................
4
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................................................................................4
1.3 Tujuan
Masalah.....................................................................................................................................................................
4
Bab
II Pembahasan
2.1 Amanah dan Iptek.................................................................................................................................................................
5
2.2 Iptek dalam pandangan Islam...........................................................................................................................................
6
2.3 Peran umat islam dalam
perkembangan IPTEK.......................................................................................................... 6
2.4 Ayat Al-Qur’an mengenai
IPTEK...................................................................................................................................... 6-7
2.5 Syarat-syarat yang dipenuhi
dalam mengembangkan IPTEK..................................................................................
8
Bab
III Penutup
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................................................................................
9
3.2 Saran....................................................................................................................................................................................
9
Daftar
Pustaka............................................................................................................................................................................................
10
Bab I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Perkembangan
teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa.
Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari
teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar
terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Demikian halnya
dengan teknologi komunikasi yang merupakan peralatan perangkat keras dalam
struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu
untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi (menurut Rogers,1986).
Keadaan yang demikian, dimana sebuah teknologi mampu merubah sesuatu yang belum
tentu dapat dilakukan menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, kalau dahulu orang
tidak dapat berbicara dengan orang lain yang berada di suatu tempat yang
berjarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat berbicara tanpa batas
dan jarak waktu. Dari sinilah, semula dengan ditemukannya berbagai perangkat
sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang terus
hingga muncul berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga akhirnya teknologi
ini berintegrasi satu dengan lainnya. Teknologi komunikasi yang telah ada
merupakan sebuah jawaban dari adanya perkembangan zaman. Hal ini terjadi karena
semakin berkembang maju sebuah peradaban manusia maka teknologi pun akan terus
mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola peradapan manusia itu sendiri.
Untuk itu dalam makalah ini, penulis mencoba untuk membeberkan mengenai Amanah
Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka penulis dapat menarik
suatu permasalahan sebagai berikut :
a.
Apa pengertian dari Amanah, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pengembangan
Teknologi?
b.
Bagaimana IPTEK dalam pandangan islam?
c.
Apa peran umat islam masa kini terhadap IPTEK?
d.
Apa saja ayat Al-Qur’an mengenai IPTEK?
e.
Dan Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh kalangan umat islam
dalam membangkitkan
dan mengembangkan IPTEK di dunia Islam?
1.3 Tujuan Masalah
a.
Mengetahui pengertian dari Amanah, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan
Pengembangan Teknologi.
b.
Mengetahui mengenai IPTEK dalam pandangan islam.
c.
Mengetahui peran umat islam terhadap IPTEK.
d.
Mengetahui beberapa ayat Al-Qur’an mengenai IPTEK.
e.
Mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi oleh kalangan umat islam dalam
membangkitkan
dan mengembangkan IPTEK di dunia Islam.
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian
ü Pengertian Amanah
Amânah yang
artinya jujur atau dapat dipercaya. Secara bahasa, amânah (amanah) dapat
diartikan sesuatu yang dipercayakan atau kepercayaan. Amanah juga berarti
titipan (al-wadî‘ah).
Amanah terjadi di atas ketaatan,
ibadah, al-wadî’ah (titipan), dan ats-tsiqah (kepercayaan). Dengan demikian,
sikap amanah dapat berlangsung dalam lapangan yang sangat luas. Oleh karena
itu, sikap amanah merupakan sesuatu yang dipercayakan untuk dijaga, dilindungi,
dan dilaksanakan.
ü Pengertian IPTEK & Perkembangan
IPTEK
Ilmu dalam
bahasa Arab `ilm berarti memahami, mengerti atau mengetahui. `Ilm menurut
bahasa berarti kejelasan, karena itu segala kata yang terbentuk dari akar
katanya mempunyai ciri kejelasan. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang
segala sesuatu. Ilmu atau sains memiliki arti lebih spesifik yaitu usaha
mencari pendekatan rasional dan pengumpulan fakta-fakta empiris, dengan melalui
pendekatan keilmuan akan didapatkan sejumlah pengetahuan atau juga dapat
dikatakan ilmu adalah sebagai pengetahuan yang ilmiah.
Teknologi
adalah penerapan ilmu-ilmu dasar untuk memecahkan masalah guna mencapai suatu
tujuan tertentu, atau dapat dikatakan juga teknologi adalah ilmu tentang
penerapan ilmu pengetahuan untuk memenuhi suatu tujuan.
Perkembangan
iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas,
memperdalam, dan mengembangkan iptek.
Berdasarkan
beberapa definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ilmu pengetahuan dan
teknologi adalah suatu cara menerapkan kemampuan teknik yang berlandaskan ilmu
pengetahuan dan berdasarkan proses teknis tertentu untuk memanfaatkan alam bagi
kesejahteraan dan terpenuhinya suatu tujuan.
2.2 IPTEK
Dalam Pandangan Agama Islam
Sesungguhnya Islam adalah agama yang
menghargai ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu, dalam ajaran Islam, adalah suatu
yang sangat diwajibkan sekali bagi setiap Muslim. Ilmu dalam Islam diartikan segala pengetahuan yang
bersifat dapat menjelaskan/memberi kejelasan terhadap segala sesuatu yang
dihadapi atau dibutuhkan oleh manusia baik dalam kapasitasnya sebagai hamba
ataupun khalifah Allah.
Iptek merupakan
hasil olah pikir dan rasa manusia, karenanya harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan
akal budi manusia. Pengembangan iptek merupakan bagian dari pelaksanaan
kewajiban manusia sebagai makhluk Allah yang berakal.
Iptek merupakan
pedoman dan sarana bagi manusia dalam melaksanakan tugasnya sebagai hamba dan
khalifah Allah, agar kualitas ibadah dan kesejahteraannya meningkat Islam
sangat mendorong pengembangan iptek, terbukti dengan banyaknya ayat Al-Qur’an
atau Hadits Nabi yang memerintahkan untuk memperhatikan penciptaan atau
keberadaan alam semesta.
2.3 Peran Umat Islam dalam Perkembangan Iptek Saat Ini
Dengan memahami
konsep dan fungsinya sebagai khalifah di Bumi, umat Islam mampu mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menguasai dan memanfaatkan alam
demi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Terlebih lagi, umat Islam adalah umat
pilihan Allah yang dianugerahi iman dan petunjuk berupa Al Quran dan sunnah
rasul.
Perkembangan
iptek adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas,
memperdalam, dan mengembangkan iptek. Dari uraian di atas dapat
dipahami, bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada
2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu
pengetahuan. Kedua, menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek .
Jadi, syariah Islam-lah, bukannya standar manfaat (utilitarianisme), yang
seharusnya dijadikan tolak ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek.
Untuk itu
setiap muslim harus bisa memanfaatkan alam yang ada untuk perkembangan iptek,
tetapi harus tetap menjaga dan tidak merusak yang ada. Yaitu dengan cara
mencari ilmu dan mengamalkanya dan tetap berpegang teguh pada syari’at Islam.
2.4 Ayat Al-Qur’an mengenai IPTEK
1. Surat Yunus 10:110
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya:
Katakanlah:
"Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfa`at
tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang
yang tidak beriman". Yunus,101
Isi
Kandungan
Allah SWT menyuruh kepada manusia untuk
memperhatikan fenomena alam yang ada di langit dan di bumi yang merupakan tanda-tanda
kebesaran allah. Fenomena itu tidak hanya
dilihat dengan mata kepala akan tetapi dikaji, diteliti, dipelajari dan
dicermati untuk dikembangkan menjadi iptek.
Umat manusia hendaknya mengambil manfaat dari
tanda-tanda kebesaran allah dan mengambil peringatan (tazkir) yang disampaikan
para rasul. Bagi orang yang beriman hal itu akan menambah cintanya kepada allah
SWT, sebaliknya bagi orang kafir peringatan rosul itu tidak ada manfaat
baginya.
2. Surat Al Baqarah ayat
164
إِنَّ
فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا
أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ
مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ
وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ (164
Artinya
: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam
dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia,
dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala
jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum
yang memikirkan.(QS. Al Baqarah 2:164).
Isi
kandungan
Dialah
yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk keperluan manusia. Sudah
seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang maha suci
itu. Karena dengan begitu, akan bertambah yakinlah ia pada kekuasaan dan
keesaan Nya, akan bertmabha luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam
ciptaan Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang
dikehendaki oleh Allah yang maha mengetahui.
Hendaklah
selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu :
1.
Bumi yang dihuni manusia dan apa yang tersimpan didalamnya tidak akan pernah
habis baik didarat maupun dilaut
2.
Langit dengan planet dan bintang-bintangnya semua berjalan dan bergerak menurut
tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu
3.
Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjang dan pendeknya pada beberapa
negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat
yang amat besar bagi manusia
4.
Bahtera berlayar dilautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri yang
lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian
5.
Allah SWT menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang
telah mati atau lekang dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan
dapat pula melangsungkan hidupnya
6.
Pengendalian dan pengisaran angin dari suatu tempat ke tempat yang lain adalah
tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah dan kebesaran rahmatnya bagi manusia
7.
Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada
manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya,
semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut dipikirkan dan direnungkan
bahkan dibahas dan diteliti untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam
kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuan yang juga membawa kepada pengakuan
akan keesaan dan kebesaran Allah.
2.5 Persyaratan yang
harus dipenuhi oleh kalangan Islam apabila berkehendak untuk membangkitkan dan
mengembangkan IPTEK di dunia Islam
ü
Pertama,
kita harus menyadari dan memahami kembali bahwa tugas kekhalifahan tidak lain
adalah memakmurkan bumi dan berupaya menciptakan bayang-bayang syurga di bumi.
Alat untuk mengemban tugas tersebut adalah IPTEK.
ü
Kedua,
kita harus mampu menangkap pesan-pesan yang terkandung dalam wahyu yang pertama
kali turun. Jika diperhatikan kata iqra’ (baca), maka kita akan dapati bahwa
tidak ada obyek khusus yang harus di baca, tetapi obyeknya bersifat umum,
meliputi segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut, yaitu alam
semesta, masyarakat dan manusia itu sendiri.
ü
Ketiga,
kalangan Islam harus menyadari dan memahami bahwa hampir seperdelapan ayat-ayat
Al-Qur’an sebenarnya kita ditegur, agar kalangan Islam senantiasa mempelajari
alam semesta, untuk berfikir dengan menggunakan penalaran yang sebaik-baiknya,
untuk menjadikan kegiatan ilmiah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan umat Islam.
ü
Keempat,
kita harus ingat sabda Nabi Muhammad SAW : “ Sesungguhnya orang yang berilmu
adalah pewaris Nabi” , kalimat tersebut mempunyai dua sisi yang merupakan satu
kesatuan. Sisi pertama, memang orang berilmulah yang berhak disebut sebagai
pewaris Nabi. Sisi kedua, orang-orang yang mewarisi akhlak Nabilah yang layak
disebut sebagai pewaris Nabi. Dengan demikian orang memiliki ilmu dan
berakhlakul karimah Nabi yang layak disebut pewaris Nabi dalam segala bidang
ilmu apapun yang ditekuninya.
ü
Kelima,
kita harus menyadari dan memahami bahwa Al-Qur’an QS Az Zumar ayat 9 menekankan bahwa apakah sama orang
yang mempunyai ilmu pengetahuan dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan.
Ayat di atas merupakan sindiran untuk
menyadarkan kalangan Islam agar mempunyai kesadaran ilmiah.
ü
Keenam,
Para penguasa (pengambil keputusan) hendaknya menyadari dan memahami bahwa
kedudukan mereka sangat strategis dalam menumbuhkan suasana kehidupan ilmiah,
karena tumbuh suburnya IPTEK tergantung pada kebijakan-kebijakan yang
dilahirkan.
ü
Ketujuh,
para konglongmerat muslim seharusnya bersatu dalam suatu wadah untuk membiayai
proyek atau program-program yang berkenaan dengan pengembangan IPTEK.
ü
Kedelapan,
para pengasuh pondok pesantren mulai membuka diri pada IPTEK, dengan memasukkan
IPTEK pada kurikulum dan kegiatannya, tanpa menggeser agama.
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
Seperti yang kita
ketahui,teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan
dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan
cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat
martabat manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia dipercayakan untuk
mengembangkan IPTEK berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan
IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar
semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Wallahu’alam bishawab.
3.2 Saran
Kemajuan IPTEK
sangat berdampak bagi kehidupan manusia didunia. Sebagai generasi muda penerus
bangsa sudah selayaknya kita belajar untuk menggunakan, memanfaatkan,
mengembangkan Ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik mungkin namun tetap
berdasar aturan-aturan Agama Islam . Sudah semestinya kita bersatu menguasai
IPTEK agar tidak kalah dengan bangsa lain itu. Namun, tetap saja, jika kita
telah mendapatkan IPTEK, segeralah imbangi diri anda dengan Iman dan Taqwa.
Daftar
Pustaka